yunita

yunita

Selasa, 18 November 2014

Computer Vision

1. PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
     Sebuah komputer saat ini ibarat sebuah pena dan kertas dalam kehidupan sehari-hari (Talwar dkk, 2009). Kemudahan yang diberikan oleh komputer membuat masyarakat menjadikan komputer sebagai kebutuhan pokok terutama di perkatoran. Hal ini disebabkan karena keberadaan komputer memberikan dampak positif berupa peningkatan kualitas, produktifitas dan efisiensi dalam pekerjaan. Hingga tahun 2000 diperkirakan sekitar 75% pekerjaan kantor memerlukan komputer (Blehm dkk, 2005). Pada tahun 2006 diperkirakan terdapat sekitar 28 juta penduduk yang menggunakan komputer, baik di perkantoran maupun di rumah (Uchino M.dkk, 2008). Pada tahun 1990 penggunaan internet dengan komputer pribadi di rumah mulai meningkat dan hal ini makin meningkatkan pula jumlah pengguna komputer di dunia. Setidaknya dari 15% pengguna internet dan komputer pribadi di rumah pada tahun 1990 meningkat menjadi 50% di tahun 2005 (Blehm dkk, 2005).


     American Optometrist Association (AOA) mendefinisikan Computer vision Syndrome (CVS) sebagai sekelompok gangguan okuler yang dikeluhkan oleh seseorang yang menggunakan komputer dalam waktu yang cukup lama. Berat-ringannya keluhan yang dilaporkan sebanding dengan banyaknya waktu yang digunakan di depan komputer. Seseorang yang menggunakan komputer lebih dari dua jam setiap harinya akan lebih mudah untuk menderita CVS (Affandi E, 2005; Bhanderi J, 2008)

     Mata sebenarnya tidak terlalu tepat untuk menatap layar monitor karena mata tidak dapat terlalu lama berusaha untuk memfokuskan pada titik-titik kecil atau pixel yang membentuk bayangan pada layar monitor (Pandey, 2006). Seorang pengguna komputer harus terus menerus berusaha memfokuskan matanya untuk menjaga ketajaman gambar yang dilihatnya pada layar monitor. Proses tersebut mengakibatkan timbulnya stress yang berulang-ulang pada otot mata. Hal tersebut semakin diperberat dengan berkurangnya frekuensi berkedip sehingga mata menjadi kering dan terasa perih. Akibatnya kemampuan mata untuk memfokuskan diri menjadi berkurang dan penglihatan akan menjadi kabur (Affandi E, 2005; Bhanderi J, 2008).

     Beberapa peneliti telah melaporkan hasil penelitiannya yang hubungan penggunaan komputer dengan CVS, diantaranya adalah Amalia H dkk yang melaporkan bahwa prevalensi astenopia pada mahasiswa ilmu komputer cukup tinggi dan penyebab terbanyak adalah gangguan refraksi dan pengetahuan mahasiswa terhadap ergonomi penggunaan komputer yang baik menjadi faktor resikonya. (Husnun A dkk,2007) Suharyanto dan Sutarsih dalam penelitiannya menyebutkan terjadinya pemanjangan WPM pada operator telekomunikasi sesudah bekerja selama 2 jam, demikian juga dengan Basri yang menyatakan adanya pemanjangan WPM pada operator radar sesudah bekerja (Suharyanto F, Safari E, 2010).


2. PEMBAHASAN


2.1 Pengertian

     Computer Vision Syndrome ( CVS ) , adalah salah satu bentuk dampak negatif akibat pemakaian komputer atau Video Display Terminal ( VDT ). Kelainan ini berupa sekumpulan gejala atau sindroma baik yang berhubungan dengan mata atau tidak, setelah bekerja didepan komputer. Secara awam dapat dikatakan ada 3 mekanisme yang berkaitan yaitu perubahan permukaan mata, perubahan mekanisme akomodatif dan perubahan yang tidak berkaitan dengan mata.

2.2 Gejala
   Gejala CVS yang berhubungan dengan mata adalah kelelahan dan ketegangan, mata kering dan penglihatan buram, sedangkan yang tidak berhubungan dengan mata antara lain sakit kepala, nyeri leher dan punggung. Gejala CVS terjadi pada 75% pengguna komputer selama 6 sampai 9 jam sehari dan 9 sampai 12% diantaranya datang ke spesialis mata.

2.3 Penyebab

     Penyebab perubahan permukaan mata berupa mata terasa kering atau berpasir antara lain adalah faktor lingkungan seperti penggunaan penyejuk udara, kipas angin, debu, penurunan reflek kedip, penyakit sistemik, penggunaan obat-obatan dan penggunaan lensa kontak. Perubahan mekanisme akomodatif timbul karena huruf layar komputer sangat berbeda dengan teks pada kertas sebab terbentuk dari titik-titik kecil yang tersusun dan membentuk huruf atau angka yang disebut pixels.

     Telah dibuktikan bahwa mata lebih sulit fokus pada tulisan ini sehingga mata akan berakomodasi terus menerus agar tulisan menjadi jelas, akibatnya timbul kelelahan otot mata. Akomodasi yang terus menerus pada jarak dekat diduga ikut berperan sebagai penyebab timbulnya mata minus, namun belum ada literatur yang menyatakan bahwa pengguna komputer memiliki resiko lebih tinggi dibandingkan dengan yang bukan pengguna komputer.

     Perubahan yang tidak berkaitan dengan mata timbul karena gangguan tajam penglihatan mempengaruhi organ tubuh yang lain seperti otot. Pengguna komputer yang melihat tulisan tidak jelas pada monitor komputer memicu pergerakan kepala, leher dan bahu kedepan yang pada akhirnya akan menimbulkan nyeri otot.

     Karakteristik komputer juga berpengaruh pada penglihatan. Antara lain kualitas display, makin tinggi resolusi layar komputer maka huruf atau gambar akan makin tegas sehingga mata akan lebih jelas melihat tanpa akomodasi yang berlebihan. Demikian juga karakter tulisan yang berwarna gelap dengan latar yang lebih terang akan menambah kenyamanan dan mengurangi kelelahan mata.

     Pencahayaan yang kurang baik atau terlalu terang dapat menimbulkan efek silau sehingga karakter huruf atau gambar pada layar monitor menjadi kabur. Layar komputer menghasilkan sinar alfa, beta dan sinar x dan radiasi ion telah diketahui dapat menggangu stabilitas sel tubuh dengan cara merusak ikatan kimia sehingga dapat mempengaruhi stabilitas sel-sel saraf mata,

2.4 Cara Mengatasi 

     Untuk mengatasi CVS diperlukan pendekatan multisektoral sesuai dengan keluhan yang bervariasi. Pencahayaan yang tepat pada ruang kerja akan menghasilkan kenyamanan sehingga dapat mengurangi kelelahan mata. Pemberian screen tidak akan mengurangi gejala mata lelah namun terbukti dapat mengurangi silau dan meningkatan kontras pada layar monitor. Posisi layar dan posisi duduk harus sesuai, posisi layar sebaiknya diletakkan 5-6 inchi dibawah garis pandang mata agar dapat tercapai posisi ergonomis sehingga keluhan nyeri kepala, leher dan punggung akan berkurang.

     Pemakaian kacamata sangat dianjurkan bagi pengguna komputer yang mempunyai gangguan refraksi, terutama pengguna yang memakai kacamata baca. Disarankan untuk memakai kacamata multifocal yang mempunyai fokus untuk melihat jauh, sedang ( layar monitor ) dan dekat ( teks ).

2.5 Dampak dan Pencegahan

     Besarnya dampak yang ditimbulkan akibat CVS dapat terjadi secara langsung maupun tak langsung yaitu berupa menurunnya produktivitas dan efisiensi pekerja, oleh karena itu perlu diwaspadai adanya ancaman CVS. Selalu istirahatkan mata setelah bekerja 2 jam didepan komputer dengan cara memandang jauh atau memejamkan mata selama 10 menit. Usahakan minum air putih yang banyak terutama bagi pekerja dengan ruangan ber-AC. Hal itu untuk membantu tubuh agar tidak kekurangan cairan, sehingga ada cukup persediaan air yang memudahkan tubuh menghasilkan air mata, dan menjaga agar mata tidak kering

3. PENUTUP

3.1 Kesimpulan

     Computer Vision adalah ilmu dan teknologi mesin yang melihat, yaitu mesin yang mampu mengekstrak informasi dari gambar yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas tertentu. Teknologi Computer Vision banyak diimplementasikan dalam berbagai bidang kehidupan, salah satunya adalah bidang kedokteran dan biomedika. Adanya teknologi Computer Vision sangat membantu bidang kedoteran dalam mendiagnosa dan menganalisa jenis penyakit maupun kelainan pasien. Selain itu, dengan adanya Computer Vision kinerja doker menjadi lebih mudah dan cepat, karena mesin memberikan hasil analisa dengan cepat sehingga dapat meminimalisir korban jiwa dan dapat mempermudah tim medis untuk mengambil keputusan bagi pasien.

     Beberapa contoh aplikasi Computer Vision yang diterapkan dibidang kedokteran adalah Sinar-X (x-ray), CT Scan, MRI dan USG. Masing-masing aplikasi tersebut memiliki fungsi yang hampir sama yaitu mendeteksi kelainan, penyakit atau mengetahui kondisi di dalam tubuh manusia. Namun, dari masingmasing aplikasi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda.


Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar